Home | Product | Service | News Event | Article | Consultation | FAQ


Cuaca Ekstrim ! Perlu Weather Station
Jum'at, 18 Juni 2021

Indonesia mulai memasuki musim hujan pada akhir bulan oktober 2020 secara bertahap dimulai dari wilayah Indonesia Barat. Selanjutnya, sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mengalami puncak musim hujan pada Januari – Februari 2021. Deputi Klimatologi BMKG, Herizal, mengatakan datangnya musim hujan umumnya berkaitan erat dengan peralihan angin timur yang bertiup dari Benua Asia (Monsun Asia). Dia menambahkan, peralihan angin monsun diprediksi akan dimulai dari wilayah Sumatra pada Oktober 2020, lalu wilayah Kalimantan, kemudian Sebagian wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara pada November 2020. Monsun Asia sepenuhnya dominan di wilayah Indonesia pada bulan Desember 2020 hingga Maret 2021.

 


Dalam menghadapi musim hujan, Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim, Dodo Gunawan, menghimbau para pemangku kepentingan dan masyarakat untuk waspada. Wilayah-wilayah itu antara lain, sebagian Sumatra dan Sulawesi, serta sebagian kecil Jawa, Kalimantan, NTB, dan NTT. “Masyarakat diharapkan dapat lebih siap dan antisipatif terhadap kemungkinan dampak hujan terutama di wilayah yang rentan terjadi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor” kata Dodo.

 


Untuk mempersiapkan antisipatif dampak hujan di wilayah-wilayah Indonesia, dibutuhkan alat pemantau cuaca, seperti Weather Station. Weather Station (Stasiun Cuaca) adalah perangkat alat yang digunakan untuk merekam dan mencatat segala perubahan cuaca, iklim, dan atmosfir bumi di suatu wilayah secara otomatis dengan kecepatan tinggi dan akurat. Weather Station Onset dapat digunakan untuk merekam perubahan cuaca dan dapat diaplikasikan untuk penelitian pertanian, ekologi, metrologi, atmosfir, suhu, iklim, dan penelitian lainnya yang berhubungan dengan cuaca.

 


Loggerindo menjual Weather Station (Stasiun Cuaca dan Alat Ukur Cuaca) Onset dari HOBO untuk pemantauan dan monitoring cuaca. Produk Weather Station Onset dapat langsung digunakan karena memiliki kemudahan penggunaan (user-friendly), automatic smart sensor (plug-and-play) yang beragam, terdapat opsi output data berupa USB berbasis web (web-based) atau stand alone (USB-only) serta memiliki ketahanan pada kondisi lingkungan yang ekstrim sekalipun .